Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 17:19 WIB

Hukum Menambah Nama Suami di Belakang Nama Istri

Oleh : - | Selasa, 2 Mei 2017 | 09:00 WIB
Hukum Menambah Nama Suami di Belakang Nama Istri
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

BANYAK orang yang memiliki kebiasaan menggabungkan nama suami ke nama istrinya. Jika ada seorang suami bernama Habibie dan istrinya bernama Ainun jadilah nama istrinya Ainun Habibie dan semisalnya. Bagaimanakah hukum masalah ini?

Fatwa Lajnah Daimah, pertanyaan ketiga dari fatwa no 18147. Pertanyaan, "Tersebar di berbagai negeri sebuah fenomena yaitu seorang wanita muslimah yang sudah menikah dinasabkan kepada nama atau gelar suaminya. Misalnya ada wanita bernama Zainab menikah dengan Zaid. Setelah menikah bolehkan kita tulis nama istri dengan Zainab Zaid? Ataukah kebiasaan ini adalah bagian dari budaya barat yang wajib kita jauhi dan kita waspadai?

Jawaban Lajnah Daimah, "Tidak boleh menasabkan seseorang kepada selain ayahnya. Allah berfirman yang artinya, "Panggilan mereka dengan menasabkan mereka kepada ayah mereka. Itulah yang lebih adil di sisi Allah." (QS al Ahzab:5).

Juga terdapat hadits yang berisi ancaman keras untuk orang yang menasabkan diri kepada selain ayahnya. Berdasarkan penjelasan di atas maka tidak diperbolehkan menasabkan seorang wanita kepada suaminya sebagaimana kebiasaan orang-orang kafir dan kebisaan sebagian kaum muslimin yang suka ikut-ikutan dengan ciri khas orang kafir". Fatwa ini ditandatangani oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua Lajnah Daimah, Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh selaku wakil ketua, Abdullah bin Ghadayan, Shalih al Fauzan dan Bakr Abu Zaid masing-masing selaku anggota.

[Sumber: Fatawa Lajnah Daimah jilid 20 hal 379/ ustadzaris.com]

Komentar

 
Embed Widget

x