Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 05:56 WIB

Memperbarui Iman dengan Memperbanyak Tahlil

Oleh : - | Selasa, 18 April 2017 | 11:00 WIB
Memperbarui Iman dengan Memperbanyak Tahlil
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

Al Imanu yazidu wa yanqush. Demikian salah satu judul bab dalam Shahih Muslim, meski hadis ini mengundang polemic tentang keshahihannya. Bahwa iman itu naik dan turun.

Karena sifatnya fluktuatif, iman perlu diperbarui sesering mungkin. Agar ia kembali stabil. Agar ia kembali kokoh. Kuat dan kokohnya iman akan membuat seorang muslim diliputi kedamaian. Kuat dan kokohnya iman akan membuatnya memiliki daya imunitas terhadap godaan duniawi yang kian hari kian berat. Godaan duniawi cukup efektif membuat banyak orang kehilangan idealismenya; menggadaikan keyakinan demi mendapatkan harta dan kekayaan. Larut dalam budaya permisif yang menjerumuskan. Hingga tak lagi peduli antara halal dan haram.

Bagaimana cara memperbarui iman? Salah satu caranya ditunjukkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Cara ini tergolong sederhana karena hanya berisi kalimat singkat yang mudah dihafal. Bahkan tak perlu lagi dihafal karena setiap muslim telah biasa melafalkannya.

Kalimat yang dimaksud adalah kalimat tahlil. La ilaha illallah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Perbarui iman kalian" Lalu ditanyakan, "Ya Rasulullah, bagaimana caranya memperbarui iman kami?" Beliau pun menjawab, "Perbanyaklah ucapan Laa ilaha illah." (HR. Ahmad dan Hakim dalam Al Mustadrak ala Shahihain)

Ternyata terapinya sangat mudah; memperbanyak mengucap kalimat tahlil. La ilaha illallah. Meskipun mudah, nyatanya tidak banyak yang bisa mengamalkannya. Mungkin karena tidak mengetahui keutamaannya. Atau dunia terlalu menyibukkan kita. Hingga kita tak sempat berdzikir dan memperbanyak mengucap kalimat tahlil.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa ada orang yang telah banyak mengucap kalimat tahlil tetapi tidak terlihat bekas keimanan yang membara dalam kehidupannya? Bisa jadi orang yang demikian hanya mengucapkan tahlil tanpa menyelami maknanya. Hanya membaca di bibir saja. Sehingga ia menyatakan la ilaha illallah tetapi tidak beribadah kepada Allah. Ia mengatakan la ilaha illallah tetapi tidak berdoa hanya kepada Allah. Ia menyebut la ilaha illallah tetapi tidak bergantung hanya kepada Allah. [Bersamadakwah]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x