Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 14:38 WIB

Itu Isa Putra Maryam, Tak Layak Allah Miliki Anak

Oleh : - | Jumat, 14 April 2017 | 07:00 WIB
Itu Isa Putra Maryam, Tak Layak Allah Miliki Anak
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

SETELAH merasakan ketenangan, Maryam pulang dan bertemu kaumnya. Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata:

"Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina". (QS Maryam: 27-28).

Berbeda dengan keluarganya yang mempertanyakan keadaannya, orang-orang fasik langsung menuduh Maryam. Mereka cerca Maryam dengan telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar, yakni perzinahan. Mereka bawa-bawa kedua orang tuanya yang baik-baik, agar Maryam semakin malu.

Mereka tuduh Nabi Zakariya lah yang menzinainya. Tanpa pengadilan, mereka hakimi Zakaria dengan membunuhnya. Di antara mereka juga ada yang menuduh Yusuf an-Najjar, sepupu Maryam, adalah bapaknya Isa.

Maryam mengetahui, anaknya mampu berbicara dan bersaksi untuk mereka. Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata:

"Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?" (QS Maryam: 29).

Isa memberikan jawaban dan persaksian, membantah tuduhan keji yang dilemparkan pada ibunya.

Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi," (QS Maryam: 30).

Kalimat pertama dari lisan Isa menegaskan bahwa dia adalah hamba Allah, bukan anak Tuhan. Sekaligus juga membantah tuduhan kaumnya terhadap ibunya. Ia membantah orang yang mengatakannya anak Allah atau anak zina.

"Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". (QS Maryam: 31-33).

Kami tutup kisah ini dengan penjelasan Alquran tentang Nabi Isa:

"Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia." (QS Maryam: 34-35).

[Nurfitri Hadi/kisahmuslim]

 
Embed Widget

x