Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 Juli 2017 | 09:47 WIB

Rasul: Kebanyakan Penghuni Neraka dari Kaum Wanita

Oleh : - | Rabu, 12 April 2017 | 09:00 WIB
Rasul: Kebanyakan Penghuni Neraka dari Kaum Wanita
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

UKHTI Karimah yang kucintai karena Allah. Sesungguhnya Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallaam telah bersabda:

"Aku melihat surga, maka kulihat kebanyakan penduduknya adalah para faqir dan aku melihat neraka, maka aku lihat kebanyakan penghuninya dari kaum wanita". (HR. Imam Bukhari)

Dan beliau juga bersabda:

"Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat: kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya mereka memukuli manusia dan wanita-wanita yang berpakaian, hakikatnya telanjang (karena ketat atau tipisnya pakaian tersebut, pent), mereka berlenggak-lenggok dan menampakkan kecondongan kepada orang lain, rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini." (HR Imam Muslim)

Catatan: Berita dari Nabi kita bahwa mayoritas penghuni neraka adalah kaum wanita. Sebuah berita yang harus diterima. Yang demikian karena jauhnya mereka dari agama Allah, suka kufur kepada suami, mengumbar aurat, suka menggosip dsb.

2. Besarnya dosa seorang wanita yang berpakaian namun membentukkan auratnya. Wanita yang demikian hakikatnya adalah telanjang.

3. Tidak diperbolehkan bagi kaum wanita melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan fitnah/godaan bagi kaum lelaki, baik dengan penampilan, gerak-geriknya dsb.

4. Bagi seorang wanita yang takut dari api neraka, agar mengikuti jalan Allah yang lurus walaupun yang menjalankannya sedikit dan jangan sekali-kali dia mengikuti jalan kebanyakan wanita. Karena mayoritas penghuni neraka adalah dari kaum wanita.

Saudariku Muslimah ingatlah bahwa satu hari dalam api neraka bagaikan 50 ribu tahun di dunia, dan sebagian harinya yang lain seperti seribu tahun di dunia.

Sedang penghuni neraka yang ringan siksaannya adalah seorang hamba yang diletakkan dua bara-api di bawah kakinya, lantas mendidih otaknya.

Bukankah waktu kematian kita telah divonis semenjak 50 ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi? Saudariku, ingatlah bahwa kematian merupakan sesuatu yang pasti, selalu menghantui, namun tidak dapat diprediksi. [Farhan Bin Ramli Bin Ahmad]

 
Embed Widget

x