Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 17:47 WIB

Inilah Onani yang Halal Menurut Syariat

Oleh : - | Minggu, 9 April 2017 | 06:00 WIB
Inilah Onani yang Halal Menurut Syariat
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

ADA yang bertanya mengenai hal tersebut. Karena tela menjadi kewajiban sebagai seorang ustaz, Ustaz Ammi Nur Baits menjawabnya.

Tidak semua yang ada di sekitar kita menjadi hak kita. Karena kepemilikan segala yang ada di sekitar kita, adalah kepemilikan yang terikat aturan. Kita memiliki uang, memiliki harta, bukan berarti kita bebas memanfaatkan harta itu sesuai keinginan kita.

Ada aturan yang mengikat, dan karena itu, akan dipertanggungjawabkan pada hari kiamat. Dari Abu Barzah al-Aslami radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat tidak akan bergerak, hingga dia ditanya tentang umurnya, untuk apa dia habiskan. Tentang ilmunya, untuk apa dia amalkan. Tentang hartanya, dari mana dia perolah dan kemana dia belanjakan. Dan tentang badannya, untuk apa dia gunakan. (HR. Turmudzi 2417, ad-Darimi 554, dan dishahihkan al-Albani)

Kita memiliki anak, memiliki istri, memiliki suami, bukan berarti kita bebas memberikan aturan apapun bagi mereka, sesuai keinginan kita. Masalah ranjang, memang hak bersama. Tapi bukan berarti semua bebas bergaya. Di sana ada aturan yang tidak boleh dilanggar.

Di situs ini semoga Allah menjadikannya bermanfaat bagi umat ada banyak pembahasan tentang hukum onani. Anda bisa pelajari di artikel,

Dalil pokok yang melarang onani adalah firman Allah, "Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (QS. al-Mukminun: 5 7)

Allah hanya memberikan dua pilihan terkait kemaluan, dengan istri atau budak wanita. Orang yang menyalurkan syahwatnya melalui selain itu, berarti dia termasuk orang-orang yang melampaui batas.

Memahami keterangan di atas, sejatinya onani bukan hak istri maupun suami. Onani hukumnya terlarang. Dan tetap terlarang meskipun istri mengizinkan. Karena ini di luar wewenang istri, sehingga dia tidak berhak memberi izin untuk masalah ini.

Sebagaimana zina hukumnya haram, sekalipun istri atau suami yang memintanya. Ini ranah aturan syariat, bukan masalah hak pasangan.

Solusi onani yang halal

"Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki"

Ayat ini menjadi dalil, seorang suami bisa melakukan onani dengan tubuh istrinya, selain dubur dan mulut. Allah menyatakan, kecuali terhadap isteri-isteri mereka []

 
Embed Widget

x