Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 22:34 WIB

Abu Rafi, yang Suka Menyakiti Nabi Tewas Dibunuh

Oleh : - | Selasa, 4 April 2017 | 05:00 WIB
Abu Rafi, yang Suka Menyakiti Nabi Tewas Dibunuh
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

DIRIWAYATKAN dari al-Barra bin Azib, dia berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengutus rombongan terdiri dari kaum Anshar yang dipimpin oleh Abdullah bin Atik kepada Abu Rafi al-Yahudi. Abu Rafi adalah seorang yang senantiasa menyakiti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan menyusahkan beliau. Ia tinggal di sebuah benteng di Hijaz.

Ketika utusan rombongan telah mendekati wilayah Hijaz pada sore hari, mereka beristirahat. Sementara itu, Abdullah berkata kepada kawan-kawannya, "Duduklah kalian di tempat masing-masing, aku akan menuju pintu gerbang itu dan merayu penjaga pintunya, mudah-mudahan aku bisa masuk benteng."

Abdullah berangkat menuju pintu gerbang, setelah tiba di depan pintu, ia menutupi tubuhnya dengan pakaian seolah-olah ingin buang hajat. Kemudian orang-orang masuk ke dalam benteng. Penjaga pintu berkata (ditujukan kepada Abdullah bin Atik), "Hai, kalau kamu ingin masuk cepat masuk, sebentar lagi aku ingin menutup pintu gerbang ini."

Kemudian ia pun masuk. Ketika semua orang telah masuk benteng, penjaga pintu itu menutup pintu gerbang dengan memberi palang.

Sebentar kemudian ia menuju pintu gerbang lain dan mengambil palangnya, lalu pintu itu dibuka. Abdullah mendapati Abu Rafi sedang begadang dengan kawan-kawannya di atas loteng. Ketika kawan-kawan Abu Rafi meninggalkan tempat itu, Abdullah naik ke atas loteng. Setiap kali dia melewati sebuah pintu, dia menguncinya dari dalam. Jika nanti ada orang yang melihat dirinya, ia bertekad untuk menghabisi nyawanya.

Sesampai di atas loteng, ternyata Abu Rafi berada di sebuah ruangan yang gelap di tengah-tengah keluarganya. Aku tidak tahu di mana posisi Abu Rafi, maka Abdullah memanggil, Wahai Abu Rafi." Abu Rafi menjawab, "Siapa kamu?"

Abdullah menuju arah suara itu, lalu memukulnya dengan pedang. Tetapi Abdullah belum berhasil membunuhnya. Abu Rafi berteriak, lalu Abdullah berlari keluar rumah tidak jauh dari tempat itu, tetapi kemudian masuk lagi. Abdullah berkata, "Kenapa kamu teriak, Abu Rafi?" Abu Rafi menjawab, "Celaka, baru saja ada seseorang berada di dalam rumah ini berusaha membunuhku dengan pedangnya."

Abdullah berkata, "Lalu aku pukul lagi Abu Rafi berkali-kali, tetapi tidak sampai membunuhnya. Baru kemudian aku tusuk dengan ujung pedangku hingga tembus punggungnya. Sekarang aku yakin bahwasanya aku telah berhasil membunuhnya. Kemudian aku membuka pintu demi pintu untuk turun loteng, dan aku sudah sampai di lantai bawah kediaman Abu Rafi."

Malam itu adalah malam bulan purnama, Abdullah terpeleset (ketika turun loteng), betisnya terluka. Ia pergi untuk duduk di depan pintu gerbang, berkata kepada dirinya sendiri, "Malam ini aku tidak akan meninggalkan tempat ini sampai aku mengetahui berita kematiannya."

Pada pagi harinya ketika ayam berkokok, seseorang mengumumkan dari atas benteng tentang kematian Abu Rafi.

Abdullah pergi menemui Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, menceritakan peristiwa itu kepada beliau. Beliau berkata kepada," Julurkan kakimu." Lalu Abdullah membentangkan kaki kemudian Rasulullah mengusapnya, sehingga seakan-akan "aku tidak pernah merasakan sakit pada kakiku." (HR. al-Bukhari, 4039.) []

 
Embed Widget

x