Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 Juli 2017 | 09:51 WIB

Rasul Tak Suka Kala Taurat Dibacakan, Kenapa?

Oleh : - | Kamis, 30 Maret 2017 | 07:00 WIB
Rasul Tak Suka Kala Taurat Dibacakan, Kenapa?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

DALAM kajian seputar sejarah, ada bagian yang penting untuk kita ketahui dan ada bagian yang tidak siginifikan untuk dipelajari. Bagian yang ada kaitannya dengan akidah atau aktivitas ibadah kita, penting untuk kita pelajari. Di antara informasi penting yang Allah sampaikan dalam alquran bahwa para Rasul diutus oleh Allah dengan bahasa yang sama seperti bahasa kaumnya, "Tidaklah Aku mengutus seorang Rasul-pun kecuali dengan bahasa kaumnya." (QS. Ibrahim: 44).

Melalui informasi ini kita bisa memahami, betapa kasih sayangnya Allah kepada para hamba-Nya. Hingga Allah mudahkan mereka untuk memahami pesan wahyu yang Allah sampaikan melalui para Rasul-Nya. Tinggal satu pertanyaan, apakah mereka mau mengimaninya atau tidak.

Masalah bahasa apa yang digunakan oleh nabi-nabi mereka, bagi kita tidak terlalu signifikan untuk dipelajari mendalam. Karena tidak ada pengaruh iman. Andaipun Injil atau Taurat yang asli ditemukan, bukan berarti kita harus mempelajarinya, untuk dijadikan sebagai panduan. Karena umat islam telah memiliki alquran. Dan cukup bagi mereka untuk mengkaji alquran dan menjadikannya sebagai panduan yang dijamin ke-otentikan-nya oleh Allah.

Allah berfirman, "Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Alquran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Alquran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman." (QS. al-Ankabut: 51).

Karena itulah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengingatkan, agar kaum muslimin mencukupkan diri dengan alquran. Dalam hadis dari Abdullah bin Tsabit, bahwa Umar pernah mampir di Bani Quraidzah dan beliau diberi kutipan isi Taurat beberapa lembar. Kemudian beliau bawa kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk dibacakan. Hingga muka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berubah karena beliau tidak suka. Lalu beliau bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, andai Musa ada di tengah kalian, kemudian kalian mengikuti beliau dan meninggalkan aku, niscaya kalian akan tersesat." (HR. Ahmad 15864 dan Abdurrazaq 10164).

Apalagi kita meyakini bahwa Taurat dan Injil telah banyak dipalsukan, sebagaimana berita yang Allah sampaikan dalam banyak ayat di alquran. Sehingga kewajiban kita adalah mengimaninya bahwa kedua kitab itu datang dari Allah, namun isinya telah banyak dipalsukan.

[baca lanjutan: Jangan Salah Paham Soal Bahasa Asli Taurat & Injil]

 
Embed Widget

x