Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Mei 2017 | 20:40 WIB

Posisi Terbaik saat Jimak, di Atas atau Bawah?

Oleh : - | Selasa, 21 Maret 2017 | 04:00 WIB
Posisi Terbaik saat Jimak, di Atas atau Bawah?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

BERBEDA dengan literatur Barat, ada beberapa batasan ketika pasangan suami-istri melakukan hubungan jima. Memang, Islam membolehkan suami istri menggunakan beragam gaya atau posisi jima sepanjang menuju "tempat" yang benar. Namun bagaimana sebenarnya posisi yang paling baik?

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa: Umar datang menemui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam seraya berkata, "Wahai Rasulullah, binasalah aku." Rasulullah bertanya, "Apa yang membinasakanmu?" Umar menjawab, "Aku mengalihkan tungganganku tadi malam." Rasulullah diam, tidak menjawab apapun. Kemudian turunlah ayat, "Istri-istrimu adalah (laksana) tanah tempat bercocok tanam bagimu, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu sebagaimana saja yang engkau kehendaki" (QS. Al Baqarah : 223). (Rasulullah pun bersabda) "Engkau boleh dari depan atau belakang, tetapi jangan ke dubur dan saat haid."

Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam Zaadul Maad menerangkan: Posisi terbaik ketika berhubungan suami istri adalah, suami berada di atas istri. Yakni setelah sang suami mencumbui istrinya, merayu dan menciuminya, ia meminta istri tidur terlentang. Dengan posisi ini pula, istri disebut sebagai ranjang. Sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya, "Seorang anak adalah untuk pemilik ranjang."

Posisi ini juga menunjukkan kepemimpinan suami atas istrinya, sebagaimana firman Allah: "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita" (QS. An Nisa : 34)

Seorang penyair berkata,
Jika aku menginginkan istriku,
ia laksana ranjang yang menopangku
Saat diriku mencapai kepuasan
Ia laksana pelayan yang selalu memujaku

Allah Subhanahu wa Taala berfirman, "Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka (QS. Al Baqarah : 187)

Pakaian yang paling sempurna adalah saat posisi seperti ini. Sebab dengan posisi ini, pakaian suami adalah ranjangnya. Sementara pakaian istri adalah selimutnya. Posisi suami di atas istri, diambil dari konteks ayat tersebut. Ini posisi terbaik, suami dan istri saling menjadi pakaian satu sama lainnya. Demikian pandangan Ibnu Qayyim Al Jauziyah mengenai posisi terbaik dalam berjima. Wallahu alam bish shawab. [tiraikamar]

 
Embed Widget

x