Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 1 Mei 2017 | 11:28 WIB

Awas! Upil Haram Dimakan?

Oleh : - | Selasa, 21 Maret 2017 | 09:00 WIB
Awas! Upil Haram Dimakan?
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

UPIL dan ipil serta kotoran hidung lainnya tidak najis. Terdapat banyak keterangan para ulama dalam masalah ini. Diantaranya,

Pernyataan Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, Beliau pernah menyamakan status mani sebagaimana ingus. Artinya keduanya tidak najis. Dari Ibnu Abbas, Beliau menjelaskan tentang mani yang mengenai pakaian, "Itu seperti ingus dan ludah. Kamu bisa hilangkan dengan idzkhir (sejenis rumput)." (HR. ad-Daruquthni dalam Sunannya no. 2 dan dishahihkan al-Albani). Dalam Mukhtashar Khalil, ketika penulis menyebutkan benda-benda suci, beliau menyatakan, "Binatang halal yang hidup, air matanya, keringatnya, liurnya, ingusnnya" (Mukhtashar Khalil, hlm. 16).

Meskipun suci, tapi ingus itu kotoran menjijikkan. Itulah kotoran yang keluar dari hidung. Betul keduanya kotoran (tapi tidak najis, pent.). Karena itu, tidak masalah menyentuhnya, sedikit maupun banyak. Karena itulah, para ulama melarang memakannya.

Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan, Haram mengkonsumsi upil. Syafiiyah menegaskan haramnya mengkonsumsi upil. Mereka mengatakan, Upil itu, meskipun suci, namun dia kotor. Dan haram dikonsumsi manusia, karena status kotornya bukan najisnya. (Al-Mausuah al-Fiqhiyah, 36/258). Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]

Embed Widget

x