Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 26 Maret 2017 | 02:42 WIB
Hide Ads

Kemahamurahan Allah dan Ketamakan Manusia

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Senin, 20 Maret 2017 | 00:14 WIB
Kemahamurahan Allah dan Ketamakan Manusia
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

ALLAH SWT menciptakan semua yang ada untuk kemaslahatan manusia. Karena itulah maka merusak segala yang ada menjadi perbuatan melawan kehendak Allah. Hukuman dariNya akan ditimpakan pada para pengrusak, mulai dari kegelisahan batin yang tak jelas asal usulnya sampai pada rentetan ketaknyamanan hidup walau telah memiliki berlimpah fasilitas.

Allah menciptakan semua yang ada di alam ini gratis untuk semua manusia. Allah tak meminta bayaran. Allah menciptakan semuanya dengan cinta. Karena itu, wajarlah kalau secara naluriah semua orang sehat akal dan hati mencintaiNya, menyembahNya, dan berharap hanya padaNya. Siapa yang meniru cintaNya dan mempersembahkan kepada siapapun maka wajarlah kalau disuka dan dicinta banyak manusia.

Mungkin ada yang bertanya: "Mana ada yang gratis? Saya semua membeli dan membayar." Jawabannya gampang sekali. Kita aslinya adalah membayar perkerjaan orang, bukan membeli barang yang dicipta Allah.

Ketika kita membeli ikan laut, sejatinya kita membayar harga pekerjaan nelayan dan orang yang mengangkut ikan ke pasar serta orang yang berjasa menjualnya. Ikannya sendiri adalah gratis. Buktinya adalah makin sulit ikan didapat maka semakin mahal harganya. Harga apanya? Ongkos untuk yang bersusah payah mencari ikan itu, bukan harga ikannya.

Kemudian ada yang bertanya kembali, bagaimana dengan fakta ada orang yang bekerja berat dibayar murah sementara yang pekerjaannya ringan atau bahkan tak bekerja dibayar mahal. Pertanyaan ini cerdas sekali dan membutuhkan uraian panjang untuk menjawabnya. Namun secara singkat saya jawab begini: "Ketidakseimbangan kerja, modal kerja dan hasil kerja pasti akan melahirkan masalah."

Yang tidak akan bermasalah adalah segala sesuatu yang berkeseimbangan. Jangan selalu berpikir berapakah yang saya dapatkan, namun selalulah berpikir berkahkah jika saya mendapatkan ini? Pertanyaan mengapa kegelisahan, kepanikan, dan keresahan menjadi penyakit mewabah global, bisa jadi jawabannya adalah karena tiadanya keberkahan kerja, penghasilan. Salam, AIM. [*]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x