Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 26 Maret 2017 | 02:41 WIB
Hide Ads

Musa bin Nushair Sang Penakluk Maghrib & Andalusia

Jumlah Tawanan Terbesar dalam Sejarah Islam

Oleh : - | Jumat, 17 Maret 2017 | 18:00 WIB
Jumlah Tawanan Terbesar dalam Sejarah Islam
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

KONON dikisahkan bahwa Musa pernah mengutus anaknya yang bernama Marwan dengan sejumlah pasukan hingga mereka berhasil menawan seratus ribu orang, lalu mengutus keponakannya dengan sejumlah pasukan lain dan berhasil menawan seratus ribu orang lagi dari suku Bar Bar.

Maka ketika ia menulis surat laporannya kepada Khalifah Walid dan menyebutkan di sana bahwa seperlima dari ghanimahnya ialah 40 ribu orang tawanan, orang-orang berkomentar: "Bodoh sekali dia, bagaimana mungkin seperlimanya adalah 40 ribu orang?" lalu omongan itupun sampai kepada Musa, maka ia mengirimkan 40 ribu orang tawanan yang merupakan seperlima dari seluruh tawanannya. Sungguh, belum pernah terdengar dalam sejarah Islam jumlah tawanan sebesar yang didapat Musa bin Nushair.

Selama penaklukan Andalusia, Musa banyak menyaksikan keajaiban. Ia mengatakan: "Andai saja orang-orang menurut kepadaku, niscaya akan kupimpin mereka untuk menaklukan kota Rumiya -yaitu kota terbesar di Eropa-hingga Allah menaklukkannya lewat tanganku insya Allah. Dalam kunjungan lainnya kepada Khalifah Walid, Musa membawa bersamanya tiga puluh ribu orang tawanan, selain yang kita sebutkan tadi. Dan itu adalah ghanimah dari peperangan terakhirnya di wilayah Maghrib. Saat itu ia datang membawa harta, pusaka, mutiara dan permata yang tak terhingga dan tak terlukiskan.

Semenjak itu, Musa tetap tinggal di Damaskus hingga Walid wafat dan digantikan oleh Sulaiman bin Abdul Malik. Akan tetapi Sulaiman justru mengkritik Musa dan memenjarakannya di Istana, sembari menuntut sejumlah besar harta darinya. Musa tetap berada dalam tahanan Sulaiman hingga Sulaiman berangkat haji dengan orang-orang di tahun 98 H dan membawa Musa bersamanya. Maka Musa akhirnya wafat di Madinah, atau di Wadil Qura dalam usia mendekati 80 tahun. Ada pula yang mengatakan bahwa ia wafat di tahun berikutnya, wallaahu alam. Semoga Allah merahmati dan memaafkannya dengan kasih sayang-Nya. Aamiin.

Demikianlah ikhwati fillah, sekelumit tentang biografi Musa bin Nushair, Sang Penakluk Agung semoga Allah memunculkan kembali orang-orang sepertinya dari generasi kita, dan mengembalikan kejayaan kaum muslimin di tangan mereka, Allahumma Aamiin. [Diringkas Dari: Al-Bidayah wan Nihayah (9/194-197) Ibnu Katsir Rahimahullah/ Abu Hudzaifah Al-Atsary, Lc]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget

x