Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 1 Mei 2017 | 11:24 WIB

Musa bin Nushair Sang Penakluk Maghrib & Andalusia

Ditemukannya Meja Makan Nabi Sulaiman bin Daud

Oleh : - | Jumat, 17 Maret 2017 | 16:00 WIB
Ditemukannya Meja Makan Nabi Sulaiman bin Daud
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

DI akhir pemerintahan Al Walid bin Abdil Malik, Musa berkunjung ke Damaskus, ibukota Daulah Bani Umayyah. Ia masuk ke sana pada hari Jumat tatkala Walid sedang berkhutbah di atas mimbar. Saat itu Musa mengenakan pakaian yang indah dan tampil dengan sosok yang indah pula. Tatkala ia masuk mesjid, masuk pula bersamanya tiga puluh anak, putera para Raja yang berhasil ditawannya, beserta sejumlah orang Spanyol. Musa memakaikan mahkota di atas kepala mereka, yang diiringi dengan sejumlah dayang, khadam dan persiapan yang megah.

Ketika Walid menyaksikan hal tersebut di tengah-tengah khutbahnya, ia pun diam tercengang, yaitu saat melihat pakaian sutera dan perhiasan permata yang dikenakan para putera Raja tersebut. Lalu datanglah Musa bin Nushair seraya mengucap salam kepada Walid, sedang ia tetap di atas mimbarnya. Lalu Musa memerintahkan mereka agar berdiri di kanan-kiri mimbar. Maka Walid pun menghaturkan puji syukur kepada Allah atas karunia dan pertolongan-Nya hingga memberinya kekuasaannya yang sedemikian luas. Ia berdoa dengan panjang diselangi puji syukur hingga waktu jumat pun berlalu. Maka ia turun dari mimbar dan shalat bersama kaum muslimin.

Usai shalat, ia memanggil Musa bin Nushair dan memberinya penghargaan besar dan harta yang melimpah, demikian pula Musa, ia datang dengan membawa harta yang melimpah pula, yang diantaranya ialah meja makan Nabi Sulaiman bin Dawud alaihissalam. Konon di atas meja itulah Nabi Sulaiman makan. Ia terbuat dari campuran emas dan perak yang bertatahkan tiga lapis mutiara dan permata, sesuatu yang tak pernah dilihat sebelumnya. Musa mendapatkan meja tersebut di kota Toledo, sebuah kota tua di Andalusia Spanyol.

[baca lanjutan: Musa bin Nushair Sang Penakluk Maghrib & Andalusia: Jumlah Tawanan Terbesar dalam Sejarah Islam]

Embed Widget

x