Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 22:38 WIB

Perhatikan Batas Usia dengan Mengingat Kematian

Oleh : - | Kamis, 2 Maret 2017 | 09:00 WIB
Perhatikan Batas Usia dengan Mengingat Kematian
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

DI antara perkara yang dapat mendorong seseorang untuk beramal dan bersemangat adalah menyaksikan orang-orang yang sedang menghadapi sakaratul maut. Bisa jadi pengaruhnya akan membekas pada diri seseorang sampai ia meninggal dunia.

Suatu ketika, Hasan Al Bashri, seorang ulama pada masa kekhalifahan Umayyah, menjenguk seseorang yang sedang sakit. Didapati orang tersebut sedang menghadapi sakaratul maut. Secara langsung Hasan menyaksikan kesulitan dan derita yang dialami orang itu. Kemudian Hasan Al- Bashri pulang kepada keluarganya dengan raut muka yang berbeda saat ia keluar rumah meninggalkan mereka. Oleh karenanya mereka bertanya kepadanya, "Apakah engkau ingin makan? Semoga Allah Subhanahu Wataala memberi rahmat kepadamu."

Imam Hasan Al-Bashri menjawab, "Wahai keluargaku, ambilah makanan dan minuman! Demi Allah, sesungguhnya aku telah melihat kematian, aku akan terus beribadah hingga bertemu dengan-Nya." (dinukil dari At-Tadzkirah fi Ahwalil Mauta wa Umuuri Akhirat karya Imam Al-Qurthubi). Sementara Umar bin Abdul Aziz punya cara unik untuk selalu mengingat kematian. Biasanya secara rutin Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan para fukaha setiap malam untuk mengingat kematian, kemudian mereka menangis seolah-olah di hadapan mereka ada jenazah.

Ziarah kubur juga termasuk hal yang dapat mengingatkan kita pada akhirat (termasuk di dalamnya kematian, sebagai pintu menuju akhirat), sebagaimana sabda Nabi Shallallahu alaihi Wassalam: "Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, namun sekarang berziarahlah, karena hal itu akan menjadikan sikap hati-hati di dunia dan akan dapat mengingatkan pada akhirat." (Riwayat Ahmad)

Pada akhir tulisan, marilah kita renungi Hadis Rasulullah berikut ini, "Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah orang-orang cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kemuliaan akhirat." (Riwayat Ibnu Majah) [hidayatullah]

 
Embed Widget

x