Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 1 Mei 2017 | 11:25 WIB

Tak Baca Doa Saat Hubungan Bisa Gila?

Oleh : - | Senin, 27 Februari 2017 | 14:00 WIB
Tak Baca Doa Saat Hubungan Bisa Gila?
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

ADA yang bertanya, benarkah kalau selalu melalaikan doa sebelum berhubungan intim dengan pasangan rumah tangga lama-lama bisa menyebabkan kegilaan? Pasalnya, penanya merujuk seorang gila yang selalu berkata-kata (ngomong ngaco) sehubungan urusan itu.

Terkait kasus yang anda sampaikan, ada beberapa catatan yang bisa diperhatikan, Pertama, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk selalu berdoa dalam banyak kesempatan dan kegiatan. Diantaranya, berdoa sebelum melakukan hubungan badan. Dari Ibnu Abbas RA, bahwa Nabi SAW bersabda,

"Jika salah seorang dari kalian (suami) ketika ingin menggauli istrinya, dan dia membaca doa:

"Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami. "Kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya." (HR. Bukhari no.141 dan Muslim no.1434)

Kedua, Berdasarkan hadis di atas, salah satu sebab untuk melindungi anak dari godaan setan adalah dengan membaca doa sebelum melakukan hubungan badan.

Hanya saja perlu dipahami, bahwa itu hanya salah satu sebab. Artinya, masih ada sebab lain yang membentuk karakter seorang anak. Ulama menegaskan bahwa hadis ini tidaklah menunjukkan bahwa setiap anak terlahir dari hasil hubungan badan yang sebelumnya diawali dengan doa, dia akan menjadi manusia yang makshum, terbebas dari setiap dosa dan godaan setan.

Karena setiap kejadian ada sebab dan ada penghalang. Usaha orang tua, yang berdoa ketika hendak berhubungan badan, merupakan salah satu sebab agar anak tersebut selamat dari godaan setan. Akan tetapi, dalam perjalanan hidupnya, terdapat banyak penghalang dan sebab lainnya, yang membuat anak ini tidak bisa bersih dari godaan setan, sehingga dia melakukan kemaksiatan. (Taisirul Alam Syarah Umdatul Ahkam, 1/588)

Ketiga, memahami keterangan di atas, bukan jaminan bahwa setiap anak yang terlahir dari hubungan badan yang diawali dengan doa, pasti akan menjadi anak yang soleh. Demikian pula sebaliknya, bukan jaminan, setiap anak yang terlahir dari hubungan badan tanpa diawali doa, atau bahkan terlahir dari hubungan haram (zina), pasti akan menjadi anak setan, atau bala tentara iblis. Ada sejuta faktor yang mempengaruhi karakter anak. Ada sejuta keadaan yang memberikan pengaruh dalam pembentukan kepribadian anak.

Banyak sahabat yang mereka terlahir dari orang tua zaman jahiliyah. Banyak kaum muslimin yang mereka dari orang tua yang kafir. Namun, ketika mereka masuk islam, dan mendapat sentuhan pendidikan islam, mereka menjadi pasukan Allah dan musuh bagi iblis.

Oleh karena itu, anda yang dulu belum sempat memahami doa ketika berhubungan, hingga Allah karuniakan beberapa anak dan keturunan, janganlah berputus asa. Masih ada sejuta kesempatan untuk menjadikan mereka anak yang soleh. Masih terbuka lebar, jalan untuk menjadikan mereka orang baik. Salah satunya, dengan memberikan mereka pendidikan dan komunitas yang baik.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Setiap anak terlahir di atas fitrah, kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR. Bukhari 1385, Abu Daud 4714, dan yang lainnya).

Sehubungan dengan orang gila, kegilaan bisa datang karena berbagai faktor. Kenaikan harga BBM yang membuat naiknya harga semua barang dan memsuingkan masyarakat bisa saja menjadi penyebabnya. Kalau orang gila itu bicara ngalor-ngidul dan menyentuh soal hubungan intim tanpa doa, barangkali saja itulah yang ia pikirkan dalam kegilaannya saat ini. Wallahu alam[ ]

Embed Widget

x