Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Agustus 2017 | 08:43 WIB

Hubungan Intim Sambil dengarkan Alquran

Oleh : - | Rabu, 22 Februari 2017 | 05:00 WIB
Hubungan Intim Sambil dengarkan Alquran
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

ADA yang bertanya tentang hal di atas. Meski secara keadaban pun terkesan ganjil, berikut ini jawaban secara hukum dari Ustaz Ammi Nur Baits.

Pertama, bagian dari adab yang Allah ajarkan ketika seseorang mendengar bacaan Alquran adalah diam dan memperhatikannya. Dan tidak sibuk melakukan aktivitas lainnya. Allah berfirman,

"Apabila dibacakan al-Quran, perhatikanlah dan dengarkanlah, agar kalian mendapatkan rahmat." (QS. al-Araf: 204)

Imam al-Laits, ulama masa tabi tabiin di Mesir (w. 174 H.) mengatakan,

Rahmat apalagi yang lebih cepat diperolah seseorang melebihi rahmat karena mendengarkan Alquran. Karena Allah berfirman, (yang artinya), "Apabila dibacakan Alquran, perhatikanlah dan dengarkanlah, agar kalian mendapatkan rahmat." Sementara kata laalla (artinya: agar) jika dari Allah, maknanya pasti. (Tafsir al-Qurthubi, 1/9)

Konteks ayat ini berbicara tentang wajibnya diam ketika salat dalam rangka mendengarkan bacaan Alquran dari imam. Hanya saja, para ulama menegaskan bahwa disyariatkan untuk diam dan memperhatikan bacaan Alquran meskipun di luar salat.

Kedua, sebagian ulama membolehkan melakukan aktivitas sambil mendengarkan Alquran. Selama aktivitas yang kita lakukan tidak menghalangi kita untuk mendengarkan dan memperhatikan Alquran. Misal ketika berkendaraan, atau makan atau aktivitas lainnya.

Imam Ibnu Utsaimin mengatakan, Seseorang dibolehkan mendengarkan Alquran sambil makan. Karena kegiatan makan tidak menghalangi dia untuk tetap mendengarkan Alquran. Namun jika dia melakukan kegiatan yang butuh konsentrasi, sehingga tidak bisa mendengarkan Alquran, maka sebaiknya dia matikan bunyi Alqurannya.

(Liqa al-Bab al-Maftuh, volume 97 no. 11).

Oleh karena itu, sebagian ulama melarang memutar bacaan Alquran atau murattal ketika hubungan badan, meskipun dia masih bisa memperhatikan bacaan Alquran. Karena mengiringi bacaan Alquran dengan kegiatan penuh syahwat, termasuk bentuk kurang memuliakan Alquran.

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan, Dan seseorang, meskipun posisi hubungan badan tidak menghalanginya untuk mendengarkan Alquran, hanya saja yang selayaknya dia lakukan, mengagungkan aturan Allah, dan menjauhkan Alquran dari semua kegiatan yang kurang terhormat baginya.

(Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 24677).

Ketiga, ada maksud baik

Mungkin ada sebagian yang bermaksud baik. Dia memutar lantunan bacaan Alquran ketika hubungan badan, tujuannya agar menjauhkan mereka dari godaan setan. Karena setan takut dengan lantunan Alquran.

Akan tetapi, niat baik semacam ini tidak bisa menjadi alasan pembenar untuk perbuatannya. Karena Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah memberikan doa khusus untuk umatnya sebelum hubungan badan, yang manfaatnya, mencegah keterlibatan setan terhadap aktivitas intim manusia.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan satu doa khusus ketika seseorang hendak melakukan hubungan badan:

Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami.

Pertayaan mengenai hukum memutar muratal ketika jima, dengan tujuan mengusir setan, telah dijawab oleh Lajnah Daimah,

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam telah mengajarkan umatnya doa ketika suami menggauli istrinya. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Jika salah seorang dari kalian (suami) ketika ingin menggauli istrinya, dia membaca doa: Dengan (menyebut) nama Allah, dst, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya." (HR. Bukhari no.141 dan Muslim no.1434)

Oleh karena itu, wajib untuk hanya menggunakan dzikir yang diajarkan. Dengan demikian, mengisi ruang dengar dengan bacaan Alquran dari radio ketika hubungan badan, dengan tujuan untuk mengusir setan dari rumah, termasuk memberi tambahan dari apa yang disyariatkan, sehingga hukumnya terlarang.

Alquran al-Adzim lebih mulia dan lebih terhormat untuk diperdengarkan dalam keadaan semacam itu. Allahu alam, wa billahi at-Taufiq. []

 
Embed Widget

x