Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 26 Maret 2017 | 02:37 WIB
Hide Ads

Perintah Rasulullah SAW Jika Habis Berhubungan

Oleh : - | Selasa, 21 Februari 2017 | 07:00 WIB
Perintah Rasulullah SAW Jika Habis Berhubungan
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

Ada yang bertanya, bisakah setelah berhubungan lalu kecapekan dan tidak langsung mandi?

Islam sangat memperhatikan kebersihan dan kesucian para pemeluknya. Suami istri yang habis bersetubuh (junub) lalu ingin tidur sangat dianjurkan untuk membasuh kemaluan masing-masing dan berwudhu terlebih dulu sebelum tidur.

Ibnu Umar ra meriwayatkan: Yaa rasuulallaahi ayanaamu ahadunaa junuban?

Qaala: Naam idzaa tawadha`a

Artinya:Wahai Rasulullah, bolehkan salah seorang dari kami tidur sedang ia junub? Rasulullah menjawab: "Boleh, jika ia berwudhu`".

Dalam hadis yang lain. Dari Aisyah ra (istri Rasulullah saw) meriwayatkan: "Kaana rasuulullahi shallallaahu alayhi wa sallama idzaa araada an yanaamu wa Huwa junubun, ghasala farjahu wa tawadhdha`a wudhuu`ahu lishshalaati."

Artinya: "Jika Rasulullah saw bermaksud hendak tidur sedang ia dalam keadaan janabat, maka dibasuhnya kemaluannya lalu berwudhu` seperti ketika hendak salat." (HR. Jamaah)

Begitu pula jika seusai bersetubuh tidak ingin tidur, namun ingin melakukan aktivitas lain seperti makan dan minum, maka hendaknya ia berwudhu` terlebih dahulu.

Dari Ammar bin Yasir: "Bahwa Nabi saw memberi keringanan bagi orang junub yang bermaksud hendak makan, minum, atau tidur, untuk berwudhu` sepertri wudhu` shalat." (HR. Ahmad dan Turmudzi yang mensahkannya).

Adapun ketika suami istri tersebut akan melakukan salat, maka mereka harus mandi terlebih dahulu. []

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x