Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 April 2017 | 03:57 WIB

Indahnya Saling Menasihati

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Rabu, 25 Januari 2017 | 01:14 WIB
Indahnya Saling Menasihati
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

MAHA suci Allah yang telah melimpahkan kepada hamba-Nya,suasana hati yang senantiasa terjaga. Terjaga dari berbuat maksiat dan terlindungi dari berbuat lalai.

Allah SWT menciptakan hamba-Nya dengan berbagai keunikan. Telah diciptakannya sikap orang berbeda-beda. Ada yang lalai,ada pula yang taat. Ada yang hina, tapi ada yang mulia. Ada yang berbuat kebajikan,dan ada yang berbuat kebijakan. Ada yang dzalim,dan ada pula yang alim.

Semua Allah ciptakan tidak lain untuk bisa saling menasehati, saling melengkapi. Yang taat, bisa mengingatkan yang lalai, yang mulia bisa mengangkat yang hina, yang berbuat kebijakan bisa berbuat kebajikan. Begitupun dengan orang yang alim,diciptakan untuk bisa mengingatkan orang yang zalim.

Manusia diibaratkan seperti satu tubuh. Apabila yang satu sakit, maka yang lain merasakan hal serupa. Dengan demikian, ada beberapa kiat dalam pergaulan yang bisa kita praktikan.

Pertama, memberitahu orang yang berbuat salah dari tidak tahu kesalahannya,menjadi tahu dimana letak kesalahannya. Kita bantu mengingatkannya. Kedua, membantu orang lain untuk mengetahui jalan keluarnya. Karena ada orang yang tahu itu suatu masalah, tapi ia tidak tahu harus bagaimana menyelesaikannya. Posisi kita bukan menyelesaikan masalah,melainkan membantunya supaya bisa menyelesaikan masalah. Bantuan yang terbaik adalah memberikan masukan bagaimana cara memperbaiki kesalahan.

Ketiga, membantu orang yang berbuat salah agar tetap bersemangat dalam memperbaiki kesalahan dirinya. Ini lebih menyelesaikan masalah daripada mencela, memaki, menghina, atau mempermalukan.

Sebagai contoh, melihat orang yang belum salat justru harus dibantu dengan mengingatkan dia tentang pentingnya salat. Membantu mengajarnya tata cara salat yang benar. Membantu mengajaknya supayatetap bersemangat melaksanakan hal tersebut secara istiqamah. Jadi, posisikan diri kita dalam posisi siap membantu.

Nah, saudaraku, orang yang pola pikirnya selalu rindu membantu memperbaiki kesalahan orang lain, rindu membantu memunculkan daya ingat terhadapkekhilafan orang lain, maka ia tidak pernah membenci siapapun,walaubalasannya berupa cacian. Wallahu alam bishshawwab.[*]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x