Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 05:25 WIB

Memupuk Jiwa Empati

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Selasa, 24 Januari 2017 | 00:42 WIB
Memupuk Jiwa Empati
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

EMPATI adalah kemampuan merasakan apa yang orang lain rasakan. Empati juga termasuk upaya mengelola hati, yang di dalamnya tertanam kepekaan dan kepedulian. Rasulullah telah memberikan keteladanan tentang pentingnya berjiwa empati.

Dalam sabdanya beliau mengumpamakan kaum muslim ibarat anggota badan. Jika salah satu anggota badan sakit, yang lain merasakannya. Beliau pun dengan tegas menyatakan, bukan termasuk kaumnya bagi seseorang yang tidak peduli terhadap sesamanya.

Cara sederhana untuk berjiwa empati seperti yang dicontohkan Rasul, adalah dengan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Seseorang yang berjiwa empati, akan lebih peka dan peduli. Bukti kepeduliannya diinterpretasikan dengan amal nyata, dan itu terlahir dari seseorang yang hatinya bersih.

Efek empati membuat seseorang lebih ringan melakukan kebaikan. Ketika melihat saudaranya ditimpa musibah, maka segera mengulurkan tangannya tanpa harus ada perintah. Selain itu, berusaha memposisikan diri, andai kita sendiri yang tertimpa musibah,apa yang diharapkan dari saudara-saudara yang lain?

Tentunya bukan hanya ratapan dan ucapan belasungkawa yang diinginkan, melainkan bukti nyata kepedulian. Seperti yang dialami saudara kita di daerah sekarang ini. Hal yang diperlukan bukan hanya penyelamatan warga, tetapi pembangunan kembali segala infrastruktur kota maupun masyarakatnya. Itu semua tidak lepas dari uluran tangan kita.

Saudaraku, marilah kita belajar berempati. Jangan mengulur-ulur waktu memberikan bantuan kepada saudara kita, karena tidak ada istilah pengeluaran dalam berkorban. Ada pun yang ada adalah tabungan yang kembali pada pembuatnya.

Kita juga upayakan memupuk diri dengan kepekaan, kepedulian terhadap hal-hal yang kecil. Begitu ada ladang amal, maka segera tunaikan. Mudah-mudahan dengan selalu melatih kepekaan dan kepedulian itu, kita tetap dalam kebaikan bagi diri dan orang lain. Wallahu alam bishshawwab.[*]

Komentar

 
Embed Widget

x