Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Februari 2018 | 20:24 WIB
 

Agama & Kepercayaan Lokal (4)

Agama Baha'I di Dunia

Oleh : Nasaruddin Umar | Rabu, 29 April 2015 | 04:25 WIB
Agama Baha'I di Dunia
istimewa

AGAMA Baha'i, yang juga biasa disebut Baha'isme diambil dari salah seorang tokoh paling berjasa mengembangkan agama ini benama Baha'ullah.

Sesungguhnya pendiri agama atau faham Baha'i ialah Mirza Ali Muhammad al-Syairazi, lahir di Siraz (MAMS), Iran pada 1820 M. Ia mengaku mendapatkan wahyu dari Tuhan dan mulai memperkenalkan fahamnya pada 1844. Mirza Muhammad belakangan disebut dengan Bab yang dalam bahasa Arab dan Persia berarti pintu, yakni semacam 'entry point' bagi orang yang ingin menemukan Tuhan.

Di lihat dalam konteks masa kelahirannya, Iran dan kawasan Timur Tengah pada umumnya masih kental dengan dunia perbudakan dan poligami tak terbatas. Di antara inti ajaran Baha'i yang pertama diperkenalkan ialah menolak perbudakan dan mengharamkan poligami, bahkan memperketat perkawinan.

Penguasa dan elit masyarakat menolaknya pada satu sisi, tetapi pada sisi lain masyarakat umum, khususnya para budak dan kaum tertindas mendukung ajaran ini. Dalam waktu singkat faham Bahaisme menyebar luas. Atas tuduhan menyebarkan aliran sesat dan menyerukan pemberontakan maka penguasa menangkap MAMS, namun bukannya menyurutkan penganutnya malah tambah berkembang, akhinya ia dihukum mati di Tabriz pada tahun1850.

Pengikutnya semakin luas dan fanatik maka penguasa di berbagai kawasan menyatakan agama ini sesat dan menyesatkan, sehingga dalam kurun tahun 1848-1852 penguasa membunuh sekitar 20.000 pengikut MAMS dengan tuduhan agama sebagai pemberontak dan penebar aliran sesat. Secara diam-diam penganutnya memindahkan makam MAMS dari Tabriz ke bukit Karnel, Palestina dan sampai sekarang menjadi pusat ziarah agama Baha'i.

Setelah MAMS wafat maka ajarannya dikembangkan oleh dua murid utamanya bernama Baha'ullah dan Subuh Azal. Bahaullah sebagai tokoh paling berjasa memperjuangkan faham San Bab di masa krisis, maka nama Baha'ullah diabadikan sebagai nama ajaran Sang Bab dengan nama Baha'isme kemudian belakangan menjadi agama Baha'i.

Kini agama Baha'i diperkirakan berjumlah sekitar 5 juta orang yang tersebar di banyak wilayah seperti Asia (3,6 juta), Afrika, (1,8) juta), Amerika Latin (900 juta), dan selainnya di Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Israel, Turki, dan kini mulai menyebar luas ke hampir seluruh negara, tidak terkecuali Indonesia yang akan dibahas dalam artikel mendatang.

Agama Baha'i mendapatkan pengakuan resmi dari PBB bahkan memiliki kantor di PBB New York dan Jenewa. Pada 1970 Baha'in International Community (BIC) terbentuk dan langsung menjadi salah satu penasehat Dewan PBB.

Inti ajaran Agama Baha'i juga percaya kepada Tuhan YME, menyerukan penghargaan HAM tanpa membedakan jenis kelamin, etnik, kewarganegaraan, dan status sosial lainnya, mengharamkan alkohol dan obat-obat terlarang, berjudi, berzina, larangan keras praktek homoseksual dan lesbi.

Agama Baha'i mengklaim memiliki kitab suci bernama Aqdas dan pusat peibadatannya diistilahkan dengan Masriqul Azkar, dan kiblatnya ke arah kuburan Sang Bab, pegunungan Haifa, Palestina. Agama Baha'i hanya mengakui kiuamat kecil (shugra) dan tidak mengakui adanya kiyamat besar (kubra). Hari rayanya disebut Naw Rus yang jatuh pada setiap tgl 21 Maret.

Agama Baha'i masih kental dipengaruhi oleh Islam, khususnya aliran Syi'ah. Mereka mempercayai Hasan bin Ali sebagai nabi terakhir setelah Nabi Muhammad Saw. Hasan bin Ali juga sering disebut Baha'ullah. Ada peneliti menganggap agama Baha'i sesungguhnya salah satu pecahan dari Syi'ah, namun mainstream Syi'ah menolak mereka sebagai bagian dari aliran Syi'ah. [bersambung]

Komentar

 
Embed Widget

x