Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 28 Juli 2016 | 19:18 WIB
Hide Ads

Tragedi Karbala dan Awal Mula Militansi Syiah (I)

Oleh : I Soerawisastra | Jumat, 10 Oktober 2014 | 17:03 WIB
Tragedi Karbala dan Awal Mula Militansi Syiah (I)
(foto: istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, - Pada 10 Oktober 680 atau 10 Muharram tahun 61 H, terjadi tragedi bagi umat Islam. Tepatnya di Padang Karbala, yang jaraknya 100 km sebelah barat daya Baghdad.

Cucu Rasulullah SAW, Husein bin Ali bersama keluarganya tewas dibantai oleh pasukan militer yang dikirim oleh Yazid bin Muawiyah, Khalifah Bani Umayyah saat itu.

Pihak Husein terdiri dari 128 orang dan beberapa anggota juga diikuti oleh beberapa wanita dan anak-anak dari keluarganya. Di pihak lain, pasukan bersenjata yang dipimpin oleh Umar bin Sa'ad berjumlah 4.000-10.000.

Pertempuran ini kemudian diperingati setiap tahunnya selama 10 hari yang dilakukan pada bulan Muharram oleh kelompok Syi'ah dimana puncaknya terjadi pada hari kesepuluh, yang disebut dengan nama Hari Asyura

Dikutip dari buku Huqbah min at-Tarikh, awal mula tragedi ini berawal ketika Khalifah saat itu Muawiyah bin Abu Sufyan wafat di tahun 60 H. Sebagian penduduk Irak yang mendengar kabar bahwa Yazid bin Muawiyah dibaiat menjadi khalifah menolaknya. Penduduk Irak berharap supaya yang menggantikan posisi Muawiyah adalah keturunan dari Nabi Muhammad SAW, yaitu Husein bin Ali.

Penduduk Irak pun kemudian mengirim surat kepada Husein, di Makkah untuk datang ke Irak supaya dibaiat menjadi Khalifah.

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget

x